Cakue dan Bapiah Osin

Dari namanya sepertinya tidak begitu wah ya, yang terlihat hanya cakue dan bakpia (bapiah). Tapi jangan salah, bukan sembarang cakue dan bukan sembarang bapiah yang dijual disini. Cakue dan Bapiah Osin ini sudah terkenal dari saya kecil. Bisa dibilang salahsatu tempat favorit makan bapiah menurut saya. Rasa bapiahnya betul-betul ‘nendang’, sehingga membuat saya ketagihan untuk datang kesini. Orang yang pertama kali memperkenalkan saya tempat ini adalah orang paling baik dan tampan sedunia, yaitu Ayah saya. Sedikit cerita dari Ayah saya, dulu beliau menyebutkan kalau kompia dan bapia ini merupakan Burger a’la China. Loh? Kok begitu? Yuk, simak artikel berikut, bahkan saya sediakan video cara membuat burger a’la China ini.

Seperti biasa, hari Minggu sepulang saya beribadah, saya langsung pergi menuju ke daerah Gardujati, tepatnya ada di dekat jalan belakang pasar (pasar baru) yaitu jalan Babatan. Hari itu cukup sepi, saya kira memang masih pagi, tapi ternyata beberapa menu sudah hampir habis. Padahal waktu masih menunjukkan jam 9 pagi! Wow, tidak terbayang seramai apa tempat ini sebelum saya datang. Oya, sebelumnya saya bingung ini masuk kategori apa, apakah tempat jajan atau rumah makan, karena kalau disebut rumah makan, hanya ada jajanan disini, sedangkan untuk tempat jajan, harganya sepertinya terlalu mahal untuk disebut jajan, jadi saya masukkan kategori keduanya saja.

Next, hari itu saya pesan 4 kompia dan 2 bakpia. FYI, kompia merupakan roti yang cukup keras yang terbuat dari terigu lalu dipanggang atau di-oven. Kompia Osin merupakan yang di-oven. Bisa dibilang kalau orang tua makan kompia agak sedikit sulit karena cukup alot. Tapi disitulah justru keunikan kompia ini. Sedangkan bakpia atau disebut juga bapiah merupakan campuran antara sayur kucai, daging babi, dan adonan yang masih belum saya ketahui. Oya, sudah jelas ya dari komposisi tadi, bahwa makanan ini tidak halal. Terakhir, perlu diingat juga, bakpia ini berbeda dengan bakpia pathuk oleh-oleh Yogyakarta ya.

Kompia Osin

Kompia Osin

Ini dia yang disebut dengan kompia. Merupakan roti yang cukup keras, terbuat dari terigu dan di atasnya terdapat wijen seperti onde. Cara memakannya bisa langsung digigit begitu saja, diisi bakpia, atau dicelupkan ke bubur. Silahkan pilih cara memakannya sesuka hati. Kalau saya sih lebih suka diisi dengan bakpia.

Bakpia (Bapiah) Osin

Bakpia (Bapiah) Osin

Sedangkan ini merupakan bakpia, menu paling lezat di tempat ini menurut saya. Karena datangnya masih panas, jadi saya bagi dua dahulu agar cepat dingin.

Bakpia (Bapiah) Osin

Bakpia (Bapiah) Osin

Hmm… Ketika dibelah aromanya cukup ‘merangsang’ nafsu makan saya. Tapi saya harus terus bersabar karena masih harus foto makanan ini dan membuat sebuah video spesial untuk blog reader disini. Mana burger a’la China-nya nih? Here it is:

Bakpia Kompia Osin - Burger A'la China

Bakpia Kompia Osin – Burger A’la China

Loh? Kok bisa seperti itu? Bingung kan? Maka dari itu, saya share sebuah video buatan saya dan pacar saya tentang cara memakan burger a’la China ini.

So, menarik kan? Jadilah burger a’la China yang saya maksudkan dari awal. Sepotong roti kompia dibagi dua, lalu diisi bakpia, capit, lalu makan. Sensasinya dijamin mantap. Saya beli kompia 4, bakpia 2, masing-masing bakpia dipotong menjadi 4 berarti jadi 8, lalu 4 bakpia lagi kemana? Ya, saya makan tanpa kompia karena memang rasanya lezat sekali sehingga saya sering ‘gado’ bakpia-nya saja. Tapi memakan bakpia ini biasanya saya tidak bisa terlalu banyak, karena lama-lama eneg juga.

Cakue dan Bapiah Osin

Cakue dan Bapiah Osin

Tempat ini tidak begitu besar, bahkan bisa saya bilang kecil. Makanya kalau datang cukup pagi, biasanya tidak kebagian tempat untuk duduk. Mungkin alternatifnya bisa dibungkus atau makan sambil berdiri. Interior pun biasa saja, tidak ada yang spesial. Tempat ini betul-betul hanya untuk tempat makan saja tanpa melihat interior.

Menu Cakue dan Bapiah Osin

Menu Cakue dan Bapiah Osin

Nah, ini dia menu yang dijual di tempat ini. Ada cakue, bakpia, kompia, kompia isi, bubur ayam, bubur kacang, pangsit kuah, kue tambang, dan kue cinsoko. Untuk minuman sorry to say, hanya ada air mineral gelas kemasan. Cakue disini jangan dibilang cakue biasa, ukurannya bisa saya bilang super jumbo, besar banget! Sedangkan untuk bubur ayam bisa saya bilang cukup enak juga. Kompia isi merupakan kompia yang sudah diisikan langsung dengan bakpia, jadi adonan bakpia sudah ada di dalam kompia, saya sih kurang suka dengan menu ini, karena lebih nikmat makan kompia dengan bakpia yang dipisah. Untuk menu lain belum pernah saya coba kecuali kue tambang. Kue tambang di tempat ini cukup enak, dan ukurannya pun cukup besar. Sayangnya untuk cakue, saya tidak sempat foto karena terlanjur dimakan pacar saya. Mungkin next time kalau saya ke tempat Osin lagi akan saya foto dan update kesini foto cakue super jumbo-nya.

UPDATE : Sesuai janji saya nih, foto cakue jumbo di Osin

Cakue Jumbo Osin

Cakue Jumbo Osin

Untuk harga menu yang saya pesan (September 2013) – sesuai tertulis di menu juga:

  1. Bakpia 2 potong : 19.000 (@9.500)
  2. Cakue 1 potong : 4.000
  3. Kompia 4 potong : 16.000 (@4.000)
  4. Air Mineral Gelas kemasan 2 gelas : 2.000 (@1.000)

Bisa dibilang mahal, tapi untuk mencicipi salahsatu tempat makan kompia dan bakpia terenak di Bandung menurut saya sih tidak masalah.

Terakhir, masuk ke penilaian, berikut nilai dari saya untuk tempat ini:

  1. Harga : 6/10
  2. Taste : 10/10
  3. Atmosphere : 3/10
  4. Service : 9/10
  5. Hygiene : 9/10

Saya ulas sedikit. Untuk taste saya berani jamin puas deh rasa kompia dan bakpia-nya. Sedangkan atmosphere menurut saya tidak ada hiasan sama sekali. Hanya meja, kursi, dapur (memang tempat masakanya di depan meja). Untuk service saya sih cukup nyaman, pegawainya ramah dan selalu sigap ketika saya memesan menu tambahan. Kebersihan pun disini bisa dibilang sangat bersih. Ketika konsumen sudah selesai makan, pegawainya langsung membereskan meja.

So, untuk yang mau datang kemari silahkan lihat kontak di bawah ini:

Jl. Babatan 64a, Bandung

022-4202920

Anda bisa telepon untuk melakukan pemesanan, tidak ada reservasi maupun antar menu. Kalau orang luar Bandung yang mau datang kesini, cuku cari Jalan Gardujati, lalu cari belokan jalan dengan nama Jalan Belakang Pasar, masuk sana, lurus terus, nantinya ada belokan ke kanan, itulah jalan babatan. Kalau takut kesasar silahkan tanya warga setempat, pasti tahu.

Untuk jam buka kalau saya tidak salah ingat dari jam 5 atau 6 pagi tempat ini sudah buka. Sedangkan jam tutupnya tergantung menu, jadi sampai menu habis. Tapi biasanya jam 10 menu sudah habis, jadi bisa saya bilang tempat ini tutup jam 10 atau 11 siang, sore tidak buka lagi. Untuk orang luar kota bisa dibilang tempat ini bisa jadi tempat sarapan yang menarik.

So, selamat mencoba menu satu ini, dijamin mantap deh! Tapi ingat ya, ini non halal. Buat para pecinta makanan halal, jangan khawatir, saya nanti akan bahas bakpia yang terbuat dari ayam (Yampia mungkin ya namanya? Hehe..) dan tidak kalah enaknya. Stay tuned… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s